Tempat Bekerja di Masa Depan: Tren, Teknologi dan Evolusi

Tempat bekerja di masa depan adalah mobile fleksibel dan TI insentif. Kemajuan di banyak bidang teknologi telah mereformasi tempat bekerja di masa depan, dan praktek konvensional yang tidak lagi relevan seperti sebelumnya.

Dampaknya adalah satu entitas yang muncul dari perubahan tersebut, dapat mendefinisikan ulang tentang ruang kerja yang apa adanya. Ini terdiri dari jaringan global, orang, tempat, dan program yang menginspirasi, serta menghubungkan dan mengkatalisis dampak semuanya menjadi terkondensasi dalam satu ruang kolaboratif. Apa yang memulai sebagai satu Hub di London pada tahun 2005 yang telah berkembang menjadi jaringan global yang berkembang dengan pesat dan beragam di lebih dari  15.000 anggota di lebih dari 80 lokasi.

Berkaitan dengan tempat bekerja di masa depan, Grace Sai, CEO dan salah satu pendiri dari The Hub Singapore, mengamati bahwa ada tiga tren yang harus diwaspadai. Tren tersebut yaitu:

  1. Kolaboratif masa depan

52 % dari fortune dan 500 perusahaan pada tahun 2000 tidak hadir pada tahun 2016, hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan dan dominasi pasar itu tidak terjamin. Perusahaan menyadari bahwa ada kebijakan dan inovasi di luar organisasi mereka daripada di dalam. Kolaborasi perusahaan start up di Singapura dan seluruh dunia menjadi semakin umum, dan membuat cara kerja kami berubah.

  1. Personal touch dalam digital future

Seiring berkembangnya dunia digital, kita mendambakan lebih personal dan komunal. Koneksi jaringan yang luas dan masif tidak harus sama dengan koneksi yang berarti. Sebagai makhluk sosial, kita masih harus terhubung dan menjadi persen to persen, bukan byte to byte di cloud atau kabel. Begitulah cara bisnis yang selalu dilakukan dan akan terus berlanjut. Teknologi hanya mempercepat dan menyederhanakan proses, dan tingkat keluar akses yang tidak setara terhadap peluang di seluruh dunia.

  1. Masa depan idealis dengan munculnya milenium

Milenium berbeda jauh dari generasi sebelumnya. Mereka tidak sabar untuk perubahan, dan idealis mereka ingin memiliki serta mencapai semuanya dengan seketika. Dibandingkan generasi sebelumnya, generasi millennium secara khas memiliki lebih banyak teman dari seluruh dunia, dan menyiratkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang lebih besar mengenai isu-isu internasional. Tidak ada pertanyaan bahwa teknologi memfasilitasi pengembangan bakat semacam itu, dan perusahaan harus memanfaatkan sifat-sifat yang diinginkan.

Teknologi dan Tempat Bekerja di Masa Depan

Kemajuan teknologi berusaha untuk merampingkan proses dan prosedur, memigrasikan informasi dengan  cara yang aman, dan menghubungkan personil kunci dari seluruh dunia. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan kolaboratif di tempat bekerja. Untuk bertahan di lingkungan baru ini, organisasi harus maju  dalam metodelogi mereka. Praktik konversi tidak lagi memadai dan harus terus diperbaharui dengan perkembangan terkini di bidang TI yang bertujuan untuk melayani tenaga kerja modern.

Salah satu aplikasi yang bisa membantu dan mempermudah kemajuan ini adalah Cisco Spark. Cisco Spark adalah platform pesan, pertemuan, panggilan dan konferensi berbasis cloud yang dirancang untuk tempat bekerja di masa depan. Ini merupakan alat yang dapat membantu memenuhi permintaan dan harapan staf yang lebih muda dan selalu aktif serta mobile.

Dengan kolaborasi global tempat bekerja di masa depan, ruang kerja seperti Hub akan mendapatkan keuntungan dari aplikasi seperti Cisco Spark. Dengan bekerja sama dan saling bergantung di 80 negara, teknologi semacam itu akan memungkinkan mereka melakukan bisnis mereka dengan lebih mudah, serta mempromosikan keterkaitan yang dapat meningkatkan kolaborasi melalui jaringan yang luas.

Menurut Grace, konektivitas telah merubah cara kerja mereka dan teknologi seperti Cisco Spark yang mendorong evolusi yang lebih jauh lagi. Hal ini akan meringankan beberapa tantangan seperti menciptakan koneksi  manusia seiring dengan berkembangnya lanskap, serta tantangan baru yang akan muncul.

Evolusi di Tempat Kerja

Tren ini membuktikan bahwa evolusi ruang kerja, transisi dari tempat kerja tradisional ke tempat bekerja di masa depan bukan tanpa komplesitasnya. Pada tantangan tempat bekerja di masa depan, Grace menetapkan bahwa mungkin ada kesulitan dalam mamahami dimanika tenaga kerja yang cepat berubah. Karena 50% di antaranya mungkin tidak mencari hubungan antara atasan dan karyawan seperti yang dimiliki genarasi sebelumnya.

Mereka menginginkan tanggung jawab yang memiliki kebebasan, arus masuk pendapatan yang stabil namun fleksibel seputar pekerjaan mereka. Pengusaha  dan organiasi yang gagal memahami atau memanfaatkan pergeseran ini mungkin akan kalah dalam peperangan  secara gobal.

Sumber:

https://www.networksasia.net/article/future-workplace-trends-technology-and-evolution.1492006739