Salah satu aspek dalam social selling yaitu Anda dapat membuatnya sendiri. Anda dapat menggunakan web dan social profile untuk menceritakan kisah unik Anda, setting untuk dapat berinteraksi dengan calon pelanggan, klien, mitra dan advokasi.

Memberdayakan seller

Kami telah dihujani dengan berita dari pembeli, tetapi tidak banyak orang yang membicarakan tentang keuntungan dari tenaga penjualan. Dengan sosial media, kami secara proaktif dapat membentuk persepsi orang lain. Kami mendapatkan profesional merek dari proyek mereka kepada orang-orang yang peduli, kapan dan dimana hal tersebut sangat penting bagi mereka.

Seller telah beradaptasi dengan sosial media yang telah meraih bisnis baru. Kenyataannya, tenaga penjualan yang menggambarkan  diri mereka  sebagai  highly skilled di dalam sosial media.

Namun, itu sangat menakutkan ketika Anda memulainya dengan social selling. Ketakutan akan penilaian dapat mencegah segala jenis pro sales. Bahkan jika Anda seorang millenium yang sedang berkembang dengan sosial media, dan menggunakan sosial media untuk bisnis dapat mengintimidasi.

Dengan posting ini, kami bertujuan untuk membantu Anda menghapus ketidakpastian agar Anda dapat mengirimkannya ke jejaring sosial dengan percaya diri. Meskipun mencakup LinkedIn dan Twitter khusus, sebagian besar saran dapat diterapkan untuk semua jaringan sosial.

Menemukan groove Anda

Banyak orang, banyak konten, banyak hal yang mengatakan dari mana Anda harus memulai?

Salah satu cara untuk menghilangkan ketidakpastian dalam membangun aktivitas social selling Anda. Anda dapat menciptakan misi social media yang berguna. Misalnya, Anda dapat mengatakan seperti, “Saya aktif di sosial media karena saya ingin, menemukan, berbagi, dan mendiskusikan ide-ide yang berkaitan dengan perdagangan dan industri. Dalam melakukan hal tersebut, saya bertujuan untuk membantu klien, calon pelanggan, dan mitra untuk dapat berhasil dalam peranannya.

Kegiatan lainnya dapat membantu untuk membangun profesional merek yang ingin Anda ketahui. Dengan kata lain, seseorang yang menghabisakan lima menit untuk membaca profile sosial dan kegiatan sosial Anda, apa kesan yang ingin  Anda tinggalkan dengan mereka?

Berikut contoh pernyataan merek atribut. Ketika saya terlibat dalam saluran sosial media

  1. Berwawasan
  2. Bermanfaat
  3. Optimis

Memilih atribut yang berkaitan dengan kepribadian Anda dan apa yang audiens profesional Anda inginkan. Kemudian, ketika Anda sedang berdebat apakah Anda akan memposting sesuatu, menggunakan pernyataan misi atau atribut merek Anda sebagai tes litmus Anda. Jika tidak sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai, yang tidak terposting atau tweak pesan tersebut maka terjadi, kemudian posting. Misalnya, Anda mengevaluasi posting setelah itu memeriksa lebih lanjut dan menentukan bahwa Anda dapat membuatnya menjadi lebih bermanfaat  dan tidak berpromosi sebelum penerbitan. Sangat penting untuk dicatat bahwa konten yang berpromosi cenderung berkinerja buruk pada semua saluran sosial.

Sekarang mari kita pahami beberapa dasar posting, dimulai di LinkedIn.

Posting konten di LinkedIn

Ada dua cara untuk berpikir tentang posting konten di LinkedIn.

  1. Ditulisan sendiri vs Pihak ketiga
  2. Bentuk panjang vs Bentuk pendek

Ditulis sendiri vs Pihak ketiga

Dengan kata lain, apakah Anda membuat konten sendiri atau berbagi konten orang lain?

Posting konten pihak ketiga

Ketika posting konten pihak ketiga, Anda memiliki beberapa pilihan seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini, Anda dapat memilih untuk membuat share Public atau Anda dapat memilih untuk berbagi update Anda dengan koneksi. Selain itu, Anda juga dapat memilih untuk berbagi update dengan LinkedIn group dengan koneksi tertentu.

Bagaimana Anda mengetahui pilihan mana yang akan Anda gunakan untuk sharing? Tanyakan pada diri Anda tentang audiens yang tepat untuk update hal tersebut?

Kebanyak update dapat shared dengan public yang juga akan membantu Anda mencapai  pesan Anda. Tetapi terkadang lebih efektif share update dengan individu. Misalnya, Anda langsung share pos dengan calon pelanggan sales dan mengatakan sesuatu seperti , “ Saya tidak dapat membantu tetapi berpikir tentang percakapan kami minggu lalu ketika saya membacanya. Senang mendengar pemikiran Anda tentang solusi alternatif yang membahas posting dalam paragraph ketiga.

Menulis konten sendiri

Suatu saat Anda ingin memulai percakapan di LinkedIn, dan saat itu sangat masuk akal untuk membuat update status Anda. Ada tiga cara untuk posting update status.

  1. Share an update
  2. Upload a photo
  3. Write an article

Pertama dan kedua pilih share an update and upload a photo ini merupakan konten bentuk singkat, sedangkan yang ketiga write an article adalah konten bentuk panjang. Tidak ada jawaban yang benar dan salah dalam hal ini. Anda dapat berkonsentrasi pada konten bentuk pendek atau bentuk panjang, tetapi banyak sales menemukan kesuksesan dengan mencampurkan keduanya.

Konten bentuk pendek

Share an update

Apa yang sedang Anda pikirkan? Klik”share an update” ketika berada di dalam kotak dialog, dan sharing. Anda memiliki pilihan untuk sharing, Anda juga dapat sharing an update with public hanya dengan koneksi Anda. Anda dapat menghubungkan akun Twitter Anda, yang memungkinkan Anda untuk mengirimkan update ke Twitter secara bersamaan. Penting untuk dicatat bahwa update linkedIn memungkinkan hingga 600 karakter, hal tersebut merupakan ide yang bagus untuk memeriksa ulang jumlah karakter dari posting Anda sebelum Anda memilih Share with: Public + Twitter.

Update a photo

Share an update dan Upload a photo pada dasarnya adalah mengklik upload a photo dan meminta perangkat Anda untuk memilih gambar yang ingin Anda posting. Anda dapat memilih untuk posting gambar saja ketika gambar Anda dapat menjelaskannya tanpa perlu penjelasan lebih lanjut. Table, Grafik, kutipan dan kartun adalah contoh gambar yang dapat berkomunikasi secara efektif. Jika Anda tidak yakin apakah orang akan memahami gambar tersebut maka cobalah untuk membuatnya, hal itu biasanya lebih aman untuk menambahkan satu atau dua kalimat untuk mengklarifikasi sebelum Anda memposting gambar.

Konten bentuk panjang

Write an Article

Jutaan profesional telah mempublikasikan konten bentuk panjang di LinkedIn untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka, menbangun kredibilitas, dan membangun kepercayaan. Untuk memulainya, cukup klik “Write an Article” di bawah foto profile Anda dan Anda akan dibawa ke dalam platform penerbitan LinkedIn. Jika Anda tertarik mempublikasikan dengan bentuk panjang untuk posting di LinkedIn, berikut ini langkah-langkahnya.

Berikut adalah manfaat tambahan dari mempublikasikan konten dengan bentuk panjang di LinkedIn:

  • Koneksi LinkedIn akan memberitahukan ketika Anda mempublikasikan posting baru.
  • Mempublikasikan konten berbentuk panjang yang memungkinkan profesional lain untuk mengikuti Anda di LinkedIn
  • Posting Anda diindeks oleh mesin pencarian, memungkinkan calon pelanggan potensial dan mitra Anda untuk menemukan Anda melalui konten Anda
  • Pesan yang diposting akan muncul dalam profile LinkedIn Anda agar semua profile penonton dapat melihatnya.

Posting konten di Twitter

Sementara Twitter tidak sepenuhnya jaringan profesional, Anda ingin membawa nilai-nilai profesional  merek Anda kedalam platform. Bahkan jika Anda tidak menggunakan Twitter untuk tujuan bisnis, aktivitas Anda untuk berinteraksi dengan public, jika sebaiknya Anda mematuhi standar yang sama yang telah ditetapkan untuk LinkedIn, atau membuat akun pribadi Anda. Hal yang sama berlaku untuk semua jaringan public.

Twitter adalah bentuk singkat konten dari sebuah platform microblogging dimana pengguna berbagi pikiran mereka dalam 140 karakter atau kurang.

Posting Tweet

Klik tombol tweet yang berada di pojok kana atas dan kotak dialog akan muncul :

Seperti yang Anda lihat, Anda dapat memasukan foto, video, GIF, atau membuat polling. Jika Anda ingin seseorang atau perusahaan tertentu untuk melihat tweet Anda, termasuk menangani Twitter mereka dalam pesan Anda. Hampir sama dengan LinkedIn, ketika berbagi konten di Twitter hal tersebut merupakan prakter terbaik untuk menambahkan wawasan Anda, atau Anda dapat berbagi konten.

Posting multi – Media konten

Ketika memposting konten media dapat membantu pesan Anda untuk dapat di terlihat di feed social. Misalnya, Anda dapat menggunkan GIF atau video untuk menangkap perhatian pada Twitter, dan presentasi SlideShare untuk dapat terlihat di feed LinkedIn.

Mengetahui timbal balik dari setiap platform

Anda akan menemukan setiap platform memiliki konten dan harapan tersendiri. Misalnya, Twitter dalam melakukan percakapan, LinkedIn lebih resmi tetapi memiliki hasil yang lebih tinggi untuk di klik melalui pro seles B2B yang dapat memasuki konten jaringan profesional.

Kapan posting di social media

Tidak ada waktu yang tepat untuk posting di sosial media. Beberapa sales memukan kesuksesan dengan posting di LinkedIn pada malam dan akhir pecan. Ketika orang lain tidak memposting tetapi Anda mencari taruhan yang aman pada saat memasukan penelitian yang dapat menunjukan hal tersebut adalah waktu yang tepat:

Facebook

  • 12:00-13:00 pada hari Sabtu dan Minggu
  • 3:00-16:00 pada hari Rabu
  • 1:00-16:00 pada Kamis dan Jumat

Twitter

  • 12:00-15:00 pada hari Senin sampai Jumat
  • 5:00-18:00 pada hari Rabu

LinkedIn

  • 7:30-08:30, 12:00 dan 5:00-18:00 pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis
  • 10:00-11:00 pada hari Selasa

Pinterest

  • 2:00-04:00 dan sore jam setiap hari
  • 05:00 pada hari Jumat
  • 8:00-23:00 pada hari Sabtu

Instagram

  • Senin sampai Kamis, kecuali antara 3:00-04:00

Kesimpulan

Postingan ini mencakup LinkedIn dan Twitter karena mereka adalah jaringan sosial yang paling popular untuk pro sales, tetapi mereka bukanlah pilihan Anda. Anda dapat terlibat dengan calon pelanggan, klien, dan mitra dimanapun mereka online, apakah itu Facebook, YouTube, Pinterest, Instagram, Quora, Google+, atau forum online.

Mulailah dengan mengenali kekuatan Anda untuk membentuk profesional merek Anda, dan membangun nilai-nilai yang akan mengarahkan aktivitas sosial media Anda, kemudian menarik dan melibatkan orang-orang yang tepat dengan menambahkan nilai pada perjalanan profesional mereka.

Sumber :

https://business.linkedin.com/sales-solutions/blog/sales-reps/2017/1/beginner_s-guide-to-social-selling–posting-content

Panduan Social Selling untuk Pemula: Posting Konten
Ditag pada:        

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: