Dunia sosial media berubah setiap tahun. Jaringan sosial media yang berkembang lama akan menjadi usang. Dan yang baru akan bergerak ke tengah stage. Cobalah untuk mempertimbangkan hal ini di tahun 2014-2015.

Twitter menambahkan 300.000 pengguna per hari. YouTube adalah mesin pencari terbesar kedua. 25% dari hasil pencarian untuk 20 band terbesar di dunia terikat dengan konten yang dibuat oleh pengguna. Dengan sosial media yang terus berkembang, strategi marketing akan berumur lebih pendek.

Berikut adalah tiga cara menjadi bagian dari tren sosial media saat ini:

  1. Menggunakan Real Time Engagement

Pada tahun 2013 penelitian yang dilakukan oleh Lithium Teknologi mengungkapkan bahwa lebih dari 70% dari pengguna berharap dapat mendengar kembali dari brand mereka yang berinteraksi dengan Twitter, dan 53% mengharapkan respon dalam waktu satu jam. Tetapi brand tersebut  tidak memenuhi harapan mereka.

Para peneliti Twitter mengukur dampak bisnis yang merespon. Pelanggan bersedia membayar penerbangan $ 9 lebih, jika maskapai tersebut merespon di Twitter. Tetapi jika maskapai tersebut merespon dalam waktu empat menit, maka harga akan melonjak menjadi hampir $ 20.

Apa yang terjadi jika pelanggan tidak mendengar kembali di Twitter? Mayoritas responden dalam survei Lithium mengatakan ada dampak brand negatif. Masalah tersebut berkisar antara memberitahu teman-teman dan keluarga tentang pengalaman buruk untuk meningkatkan kekhawatiran melalui saluran lainnya.

Prioritas sosial media sebagai cara untuk menawarkan konsumen agar dapat terlibat secara real time. Menggunakan dashboard sosial media, seperti Hoosuite, untuk melacak semua jaringan sosial Anda. Berinvestasi di brand monitoring  secara real time, seperti mention, untuk mengetahui secara pasti apa yang pelanggan katakan.

Mulailah berinteraksi dengan pelanggan Anda. Menawarkan follower Anda dalam keterlibatan harapan mereka.

  1. Mempertimbangkan Live Streaming

Video adalah tren terbaru di social media. Dengan smartphone dan internet berkecepatan tinggi, video dapat diakses oleh banyak orang. Pikirkan tentang hal ini untuk peningkatan yang luar biasa:

  • YouTube: Tujuh miliar views menyaksikan setiap hari.
  • Snapchat: Sepuluh miliar video views setiap sehari-hari.
  • Facebook: Video memiliki hingga mencapai 135 persen lebih organik dari pos foto statis

Selain itu, live streaming akan menangkap perhatian orang. Periskop mendaftarkan satu juta pengguna dalam 10 hari saat diluncurkan. Bebeapa bulan selama 350.000 jam video streaming setiap hari dengan 10 juta pengguna.

Brand akan mengambil keuntungan penuh dari tren. General Electric telah memanfaatkan Periscope untuk mendapatkan penonton muda yang bersemangat dalam teknologi mereka. Untuk melakukan hal tersebut, mereka manjadi host dari sebuah acara yang disebut  #DRONEWEEK.

Sebuah drone GE dirancang untuk streaming video saat berada diatas pusat GE terbaru. Brand akan berinteraksi dengan ribuan penonton yang ingin tahu. Perusahaan memiliki wawancara di balik layar dengan para ilmuwan populer Neil deGrasse Tyson dan Bill Nye.

Red Bull adalah salah satu perusahaan pertama yang mengambil keuntungan dari Periscope. Mereka live streaming acara musik Red Bull Guest House.

Bereksperimen dengan video dan live streaming.  Hal ini akan memiliki  tujuan untuk meluncurkan produk, acara, dan cakupan di balik layar.

  1. Jadilah mobile

Mobile  bukan merupakan strategi yang baru. Tetapi telah terjadi perubahan penting dalam beberapa tahun terakhir.

perangkat mobile telah menjadi layar utama bagi sebagian besar pengguna sosial. Untuk generasi milenium, 92% menganggap smartphone mereka perangkat Internet utama mereka.

Pada Januari 2015, 80% dari pengguna internet memiliki smartphone. Dan diperkirakan 2 miliar konsumen di seluruh dunia akan memiliki smartphone pada tahun 2016.

Smartphone mendorong perdagangan. Di USA saat ini melaporkan bahwa 47% dari orang mengakses bisnis via mobile mereka sekali sehari, dan 58% sudah mencoba untuk mendaftar layanan baru atau account pada perangkat mobile mereka.

Jesper Termansen, CMO dari Templafy  berkata : Dari bisnis untuk konsumen individu, setiap orang akan terhubung dengan semua orang, dimanapun sepanjang waktu. Oleh karena itu, mobile tidak lagi menjadi pilihan strategi bisnis.

Bagaimana brand Anda dapat beradaptasi? Membuat pengalaman mobile web bagi pengguna smartphone. Jika Anda mengembangkan aplikasi mobile untuk toko Anda, maka Anda dapat menggunkan pemberitahuan untuk mengikat bersamaan di dalam toko sosial, dan pengalaman mobile Anda untuk pelanggan.

Sumber: https://firebrandsocialmedia.com/2016/06/11/brands-need-adapt-keep-social-media/?ref=quuu&utm_content=buffer4b34d&utm_medium=social&utm_source=linkedin.com&utm_campaign=buffer

Mengapa Brand Perlu Beradaptasi untuk Menjaga Up dengan Social Media
Ditag pada:    

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: