LinkedIn disebut sebagai jaringan sosial terbesar di dunia untuk para profesional, hal ini tidak mengherankan bahwa 94% dari para marketer B2B menggunakan LinkedIn sebagai bagian dari strategi pemasaran konten mereka untuk mendistribusikan dan mempromosikan konten mereka. Berdasarkan pemasaran konten B2B pada tahun 2016 : Indeks saham, anggaran, dan tren laporan dari Content Marketing Institute (CMI) dan MarketingProfs.

Tetapi dengan banyaknya marketer individu dan brand di seluruh dunia membuat dan menerbitkan konten baru di LinkedIn setiap harin, serta bagaimana Anda dapat mememotong konten suara Anda untuk dapat memastikan hal tersebut dapat dilihat oleh target audiens Anda?

Menurut Alexandra Rynne, mengatakan bahwa pengelolaan yang baik dalam pemasaran konten dan strategi di sosial media merupakan solusi untuk pemasaran saham di LinkedIn. Berikut empat tips bagaimana Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk dapat mendorong lebih banyak lagi kepedualian, para pemimpin dan penjual dalam berupaya memasarkan konten Anda di LinkedIn:

  1. Membuat “ Hight Five” konten

Rynne mengatakan bahwa pendekatan konten LinkedIn adalah bagaimana menciptakan konten yang dapat membuat pembaca ingin memberikan High Five setelah membacanya. Anda ingin menyampaikan konten yang dapat memberikan wawasan yang relevan dan berharga yang dapat memecahkan masalah dan menjaga target audiens Anda di malam hari.

Pemasaran konten yang besar adalah tentang bagaimana menunjukan keahlian Anda dalam menciptakan dan berbagi konten, yang dapat memberikan nilai tambah untuk calon pelanggan Anda.

 

  1. Eksperimen

Di LinkedIn, Rynne mengatakan pada karyawannya untuk dapat berinovasi dan mengambil resiko. Apa artinya hal ini bagi timnya, bahwa mereka akan selalu bereksperimen dengan konten yang mereka buat, serta segala sesuatunya dimulai dari pengujian warna dan latar belakang untuk berita dan frekuensi posting dan lain-lain.

Sangat penting bahwa tidak semua dari bagian konten Anda akan sukses besar, dan itupun tidak apa-apa. Kuncinya adalah untuk selalu belajar dari masing-masing bagian yang membuatnya, sehingga Anda dapat mendorong diri Anda untuk dapat meningkatkan konten yang Anda buat, serta untuk dapat lebih diminati oleh target audiens Anda untuk dapat mencoba dan mencapainya.

  1. Menambahkan visualisai yang indah

Visual adalah “new headline” di LinkedIn, menurut Rynne. Dengan banyaknya pembaca konten yang melihat newsfeed mereka setiap harinya, maka Anda perlu “thum-stopper” visual untuk dapat perhatian mereka, serta menarik minat mereka untuk berhenti menggeser dan membaca.

Hal ini berarti visualisasi yang segar dan indah dipandang mata dimanapun Anda melihatnya. Menurut Rynne, stok foto adalah seperti “kata kotor” bahwa orang-orang harus berhenti menggunakanya.

Strategi konten visual di LinkedIn merupaka solusi untuk tim pemasaran yang  menggunakan gambar dari para karyawan mereka sendiri dalam membuat konten mereka. Hal ini sangat penting karena gambar dapat membantu memperkenalkan sebuah brand.

Dengan menampilkan orang yang sebenarnya di balik brand, karyawan atau foto pribadi seseorang dapat membantu menambah keaslian dan transparansi, yang merupakan kunci dalam membangun kepercayaan dan hubungan emosi dengan audiens.

Anda membutuhkan lebih dari kredibilitas dan kepemimpinan dalam berpikir untuk mengubungkan, melibatkan dan menkonversi konsumen, serta kepercayaan dan emosi yang memegang peranan penting. Menurut Edelman dalam kepercayaan barometer studi pada tahun 2016 mengatakan bahwa 68% dari orang-orang hanya akan membeli produk atau layanan dari brand yang mereka percaya. Dan saat ini konsumen percaya bahwa karyawan dan inidividu seperti mereka lebih dari seorang CEO di perusahaan.

  1. Menceritakan kebiasaan dengan tampilan video

Rynne percaya bahwa video mungkin menjadi hal terbesar dalam pemasaran konten di LinkedIn. Sementara dia tidak bisa berbagi apa yang sebenarnya dimiliki LinkedIn dalam bekerja, ia mengatakan bahwa mereka memiliki beberapa proyek video rahasia, jadi untuk sesuatu hal tersebut para pemasar konten akan mengawasinya.

Saat ini di LinkedIn Anda dapat menambahkan dan berbagi video blog Anda, posting dan halaman profil Anda melalui pihak ketiga seperti YouTube atau Vimeo. Menurut jurnal artikel Silicon Valley Business, ada kemungkinan bahwa LinkedIn bekerja dengan membawa kegunaan dari video asli ke dalam platform, yang akan memungkinkan pengguna untuk secara langsung dapat menambahkan dan berbagi video tanpa harus mengupload secara eksternal.

Fitur video di LinkedIn akan diluncurkan, maka video merupakan area yang sangat penting untuk dapat fokus dalam pemasaran konten bukan hanya di LinkedIn saja.

Brand pemasaran konten terkemuka seperti Red Bull dan Netflix telah memanfaatkan video untuk mendorong kesadaran, keterlibatan dan loyalitas konsumen. Jika brand Anda belum diinvestasikan kedalam pemasaran video, maka saatnya untuk Anda menambahkannya ke dalam strategi pemasaran konten Anda.

Apa kiat-kiat atau parktek terbaik yang Anda miliki untuk para pemasar agar dapat membantu mereka dalam mendapatkan hasil yang maksimal dari upaya pemasaran konten mereka di LinkedIn? Silahkan berbagi ide-Ide Anda di bawah ini!

Apakah Anda tertarik untuk terlibat dan mengkonversi pelanggan baru untuk bisnis Anda? Hubungi saya di sini dan mari kita bicarakan tentang bagaimana kami dapat membantu Anda. Atau ikuti saya di LinkedIn, Twitter, Facebook dan jika Anda menyukainya, maka berlanggananlan di sini untuk regular update.

Sumber: LinkedIn

Tips LinkedIn Marketer Saham untuk dapat Sukses Dalam Content Marketing
Ditag pada:    

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: