Sebuah smart city akan berusaha bergerak untuk dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Tujuan dari visi yang sedang ditetapkan dengan baik di kota maupun di tingkat nasional. Seperti halnya di india, yang akan mengumunkan keinginannya untuk dapat membuat 100 smart city atau melalui pembentukan organisasi seperti  Inggris Future Cities Catapult.

Di seluruh dunia, negara-negara, bahkan kota-kota akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat membuat lingkungan perkotaan menjadi lebih bersih, sehat dan lebih menyenangkan dimanapun untuk dapat ditinggali. Kita tahu bahwa teknologi tidak dapat mengatasi setiap tantangan di kota, tetapi tidak seharusnya kita berharap untuk dapat melakukannya. Namun, jika diterapkan dengan baik, teknologi dapat membantu dalam memecahkan kebutuhan yang mendesak atau memenuhi aspirasi, memberikan peningkatan kualitas hidup yang berkelanjutan, kemakmuran serta efisiensi.

Kebanyakan orang hebat termasuk saya sendiri, sangat antusisas mengenai kemungkinan yang membawa teknologi ke dalam kota untuk kemudian dapat melihat hal tersebut dapat terwujud. Mendukung perkembangan teknologi merupakan bagian penting dari konsep transformasi perkotaan yang disebut dengan smart city.

Para analis industri telah menerima konsep smart city dan memprediksi pertumbuhan yang besar dalam tingkatan pengeluaran dengan jumlah perangkat yang dipasang di sepanjang jalan, misalnya Navigant Penelitian, IDC & Gartner, dan hal ini telah memicu harapan industry  teknologi di perkotaan.

Smart city terdiri dari banyak proyek yang berbeda, seperti :  smart energy, smart water, smart transport, smart waste, e-Government dan banyak lainnya. Namun, seperti halnya kebanyakan proyek analisis, perkembangan dan penggeluaran sudah jauh tertinggal di tingkat luar dari yang di perkirakan, meskipun masih dalam perkembangan yang kuat.

Seiring dengan banyaknya diskusi mengenai Internet of Things (IOT). IOT mencerminkan pelayanan yang lebih luas dari sebuah aplikasi yang ada di perkotaan, tetapi trend ini berpusat dan dapat menciptakan kemungkinan yang besar mengenai smart city dan teknologi perkotaan yang akan diaktifkan.

Dengan keseluruhan visi yang ditetapkan oleh para pemimpin kota ini, kelompok kerja mengenai solusi teknis untuk isu-isu spesifik yang semakin menyebakan solusi IOT dapat memberikan proyek. Hal ini adalah cara yang cukup rumit untuk memberikan solusi yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih menakutkan.

Dengan menerapkan sebuah pendekatan IOT secara signifikan dapat memicu penurunan dalam biaya konektivitas dan transmisi data, serta biaya dan kebutuhan sensor daya. Banyak dari proyek IOT dapat menghubungkan sejumlah sensor besar melalui system pada saat data dilaporkan.

Pada dasarnya, pengelolaan infrastruktur kota adalah sebuah pengindraan dan penggerak.  IOT dapat menambahkan skala dan kecerdasan. Sebagai contoh, sensor yang dapat menginformakan kapan dan dimana tempat sampah yang harus dikosongkan sehingga hal tersebut dapat ditangan secara tepat waktu dan hemat biaya. IOT juga dapat saling berkoordinasi dengan menyortir daur ulang sehingga dapat mengurangi biaya serta mengoptimalkan sumber daya.

Menghadapi berbagai tantangan yang muncul ketika masyarakat dan kegiatan bisnis menempati ruang lingkup yang sama, yang tidak mewah, dan itu suatu keharusan. Penerapan IOT dapat mencerminkan sebuah transformasi sekarang ini, tetapi proyek-proyek yang berhasil akan menjadi sebuah bisnis baru seperti biasanya. Sepuluh tahun yang lalu e-Government merupakan masalah besar, tetapi sekarang ini bagaimana kita dapat melakukan sesuatu terhadap hal yang sama yang sedang terjadi dengan adanya smart city.

Dalam khayalan saya dan banyak orang lainnya bercita-cita untuk dapat melihat proyek IOT yang dapat bergabung secara bersama-sama di perkotaan, dari kota ke kota, dan mungkin biasa melintasi batas-batas nasional, bahkan dapat mengoptimalkan efisiensi dalam penghematan biaya serta memaksimalkan pemanfaatkan oleh masyarakat dan bisnis. Sekarang sedikit kota yang berani dalam membuat smart city seperti Barcelon dan Dubai yang memiliki tujuan yang tinggi, tetapi kota yang lain hanya mengambil langkah kecil melalui proyek-proyek diskrit dalam sebuah proses transformasi yang dapat melanjutkan melalui sebuah momentum.

Sumber:

https://www.linkedin.com/pulse/why-iot-heart-smart-city-transformation-charbel-aoun-%E4%B9%94%E5%8D%9A%E7%BF%81-?trk=v-feed

Mengapa IOT berada Di Pusat Transformasi dari Sebuah Smart City
Ditag pada:        

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: