Seperti tren fashion, ada pergeseran dalam digital branding. Jadi, apakah Anda masih mengenakan kemeja Hawaii?

tampilan Internet yang sangat berbeda tahun lalu. Sekarang Anda akan melihat lebih banyak platform online yang memiliki tampilan standar. Apakah itu website responsif, visual yang lebih besar, atau konten yang sangat khusus, serta trend digital branding akan berubah. Untuk  dapat unggul, dalam bisnis Anda harus memenuhi dan melampaui harapan konsumen.

Apakah Anda “fashion forward” dengan digital branding Anda?  Cari tahu apakah Anda membuat daftar dalam melakukan digital branding.

Berikut adalah 5 Trend teratas digital branding

Mari kita mulai dengan nomor 5:

  1. Online Reputation

Untuk brand, sosial hampir sama pentingnya dengan nilai kredit. Pelanggan, vendor, dan mitra Anda dapat mereferensikan brand online Anda untuk dapat menentukan nilai dan kekuatan dari bisnis Anda.  sebuah brand dapat rusak jika digital branding tidak dapat mencerminkan fisik dari brand tersebut.

Selama saya bekerja dalam industry hiburan, saya mendapatkan pemahaman yang kuat tentang bagaimana eksekutif  dapat melihat bakat dengan melihat social media.  Terutama yang dinilai dapat mempengaruhi ketika pencahayaan lampu hijau pada proyek, yang memilih anggota pemain, atau seniman.

Jika Anda adalah brand baru, maka online reputation Anda pada akhirnya akan menambah beban dalam negosisasi dengan mitra, klien dan pelanggan Anda. Namun, jika Anda berupaya meningkatkan digital branding Anda di tahun ini, maka mulailah terlibat dalam sosial media dan web.

  1. Going Mobile – B.Y.O.D. (Bring Your Own Device)

Menggunakan mobile bukan hal baru. Bagi konsumen yang bergantung pada perangkat mobile mereka untuk mengelola semua aspek dalam kehidupan mereka. Namun, brand mulai menggabungkan mobile ke dalam bisnis mereka dan mereka menang!

Southwest Airlines misalnya sekarang mereka mengizinkan penumpangnya untuk menonton TV secara gratis di mobile mereka. Dari sudut pandang konsumen, ini merupakan hal yang baik.  Sebagai pemegang penting dalam bisnis, dan saya pikir ini sangat cerdik!

Dalam persaingan dengan maskapai lain yang memiliki monitor TV yang dipasang di kursi penumpang, Southwest juga ingin menawarkan hiburan yang sama tanpa harus melakukan investasi jutaan untuk retrofit di setiap pesawat. Maskapai ini hanya memanfaatkan apa yang menjadi mayoritas dari para penumpang mereka yang sudah memiliki perangkat mobile untuk bepergian.

Ini merupakan studi kasus yang sempurna bagaimana sebuah brand memanfaatkan teknologi yang baru untuk memenuhi kebutuhan dari para konsumennya sekaligus dapat menghemat biaya operational.

Setiap tahun berlangsung, tanya pada diri sendiri apa yang dapat Anda lakukan untuk menggabungkn mobile kedalam model bisnis Anda. Dengan semakin banyaknya bisnis  mobile, konsumen secara alami akan  mengharapkan brand Anda dapat mengikutinya.

  1. social shopping

Social shopping semakin cepat memasuki social media seperti Facebook dan twitter yang terlebih dahulu melakukan fungsi tersebut pada platform mereka. Saya termasuk social shopping dalam daftar tersebut karena kita semua harus mulai mengembangkan strategi untuk dapat meningkatkan fungsi tersebut

Jadi, jika Anda belum pernah menjalankan social campaign, maka Anda dapat mempraktekannya sekarang.  Ketika Anda mulai mengadopsi semua flatform social, maka Anda akan memiliki pengalaman  yang berharga.

  1. Content Marketing Authenticity

Content Marketing adalah sebuah kegemaran yang melanda suatu bangsa. Hal ini mungkin tidak pada bangsa tetapi jelas pada industri pemasaran digital.

Brand dapat menciptakan konten yang dapat menginformasikan serta memberikan hiburan kepada pelanggan, dengan maksud untuk dapat terlibat dan pada akhirnya dapat mengubahnya. Meskipun konten menawarkan hal yang baik kepada konsumen, mereka mungkin masih mempertanyakan keasliannya.

Seperti siaran Ron Burgundy di Anchorman, yang juga dipoles tidak benar untuk memciptakan realitas. Misalnya, apa yang membuat film tersebut lucu adalah keunikan karakter yang ditampilkan dari kamera.

Selain itu, kesamaan dengan iklan televisi, konsumen mulai mengabaikan konten yang bended karena dapat memunculkan kesan tidak autentik. Tentu saja, sebagian brand mengkhawatirkan bagaimana mereka memastikan bahwa mereka dapat menggambarkan prinsip-prinsip dan misi perusahaan.

Seyangnya, hal ini bukan bertanda baik terhadap konsumen dan secara alami dapat menurunkan nilai konten dalam brand tersebut. Akibatnya, brand mulai mengembangkan konten yang lebih otentik lagi untuk dapat menampilkan produk atau jasa mereka.

Ingat, seseorang suka melakukan bisnis dengan orang yang mereka kenal atau mereka sukai. Cara yang terbaik untuk memperlakukan brand Anda untuk dapat menjadi terbuka  dalam menampilkan konten yang dapat memberikan perspektif yang nyata sehinga orang-orang dapat mempercayainya.

  1. Big data dan prediksi analisis

Dalam daftar teratas, kita memiliki prediksi analisis dengan data yang besar. Hal ini adalah trand seseorang yang sangat penting untuk tahun 2015 dan sebaian besar CMO akan menyetujuinya. Para pemasar mulai menggunakan prediksi analisi untuk  membuat bahan keputusan dalam pemasaran mereka. Hilanglah sudah hari-hari ketika kita sebagai seorang pemasar akan menggunakan intuisi dan kinerja dalam campaign, sebelum memimpin campaign yang mendatang. Sekarang CMO menggunakan data yang besar sebagai bola kristal untuk memprediksi apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan mereka.

Secara khusus, data social dapat menyediakan real time untuk konsumen yang dapat memungkinkan Anda untuk mengalihkan focus pemasaran Anda saat ini juga. Monitoring social media adalah cara yang bagus untuk mendapatkan wawasan  tentang konsumen yang lebih mendalam. Terlepas dari ukuran bisnis Anda, ada beberapa peralatan yang dapat Anda manfaatkan untuk membantu  menganalisis perilaku konsumen.

Kesimpulan

Bahwa sebuah strategi branding biasanya berprioritas bagi banyak pemilik bisnis dan praktisi marketing yang saya jumpai. Dengan sumber daya yang terbatas, mereka dapat fokus dan mengoptimalkan pada operasi bisnis, hal itu karena dampak secara alami dari tujuan bisnis mereka.

Sayangnya, digital branding mereka mungkin memiliki efek yang sama. Reputasi mereka secara online, teknologi baru yang bergabung dalam praktisi bisnis, keaslian komunikasi, dan seberapa baik dari mereka diketahui konsumen, hal tersebut tentu akan mempengaruhi bisnis mereka.

Secara keseluruhan, sangat penting untuk mepertimbangkan trend digital branding saat ini, untuk dapat mengembangkan starategi pemasaran Anda.

Sumber :

http://digitalbrandinginstitute.com/top-5-digital-branding-trends/

5 Trend Teratas Digital Branding
Ditag pada:    

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: