Dunia ini menjadi lebih urban setiap tahunnya, banyak kota-kota menjadi lebih berteknologi maju dalam menangani pertumbuhan penduduk. Para ahli membagikan apa yang Anda ingin lihat berikutnya di smart city.

Banyak kota-kota menambahkan fitur smart city sehingga Internet Of Things (IOT) sensor dan teknologi terkait dapat meningkatkan kehidupan warga negaranya dan pengujung. Seperti orang ketahui, bahwa teknologi yang bergerak cepat dan dapat mengetahui apa yang ada di dalam toko berikutnya dan hal yang penting untuk bertahan di permainan tersebut.

Konsep smart city telah ada selama lebih dari satu decade, tetapi baru belakang ini smart city menjadi bagian leksikon modern. Trend menambahkan teknologi smart city dimulai di Eropa, Barcelona, Spanyol dan negara-negara tersebut menjadi salah satu pengadopsi awal. Sedangkan Dubai, Singapura, Hamburg, dan Copenhagen merupakan negara-negara yang cepat mengikutinya. Di AS, Chicago, San Francisco, New York, Seattle, dan Denver adalah negara-negara yang menambahkan teknologi smart lebih dahulu, dan sekarang ada kota-kota di seluruh dunia menambahkan teknologi baru untuk mengefektifkan segala sesuatunya mulai dari lalu lintas, parkir, lampu jalan, keamanan dan pelayanan kota.

Ada beberapa tema utama yang diharapkan dapat diutamakan pada tahun 2017.  TechRepublic berbicara dengan ahli smart city bahwa untuk mendapatkan pendapat mereka tentang apa yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan sebagai jurang yang melepaskan dari pemakai awal ke arus utama di AS.

  1. Kota silos akan menghilang dalam departemen pemerintahan

Banyak kota yang sedang mencari pendekatan dalam lintas sektor terpadu untuk dapat mengembangkan teknologi dan berbagi informasi.” Mereka menyadari biaya dan bahaya dalam melakukan smart city, sedikit demi sedikit dalam departemen dengan dasar departemen. Sebagai bagian dari pendekatan terpadu, dimana kota akan mencari platform multi guna, bukan tujuan tunggal, dan aplikasi khusus. Mereka yang ingin memiliki perangkat keras, perangkat lunak, dan alat-alat yang dapat digunakan oleh beberapa departemen, “kata Jesse Berst, ketua Dewan Smart City.

Hal ini terjadi dengan beragam departemen seperti polisi, pemeliharaan jalan, dan IT, tergantung dari kota dan kebutuhan warga. Ketika salah satu sensor IOT mengirimkan informasi ke departemen, maka data hanya dapat berguna jika orang yang tepat dapat melihatnya. Mencari tahu melalui sensor yang Anda tembakan di jalanan kota berarti depertement pelayanan kota akan memantau sensor melalui lampu jalan, yang hanya menyampaikan informasi untuk operator 911.

“hal ini sangat masuk akal jika Anda mempertimbangkan bahwa IOT biasanya berada di bagian yang akan di gabungkan dengan teknologi operasional dan teknologi informasi. Sistem deteksi yang di tembakan dan dipasang di jalanan tersebut membutuhkan pertimbangan strategis, operasional, dan keuangan dari beberapa pihak,” kata  Don DeLoach, presiden dan CEO Infobright dan bagian dari Dewan IOT Teknologi Asosiasi Illinois.

  1. Masukan ke cloud

Berst mengatakan bahwa lebih banyak kota akan serius mempertimbangkan  operasi cloud dan X sebagai pelayanan, termasuk software sebagai service , platform sebagai service dan infrastruktur sebagai service, namun peraturan pengadaan barang menahan mereka untuk kembali.

“Tahun depan, banyak kota akan mulai menghadapi perubahan kebijakan yang diperlukan untuk dapat berpidah ke cloud,” kata Berst.

Di Negara bagian Illinois, pada tanggal 1 oktober, membutuhkan individual kota untuk mengajukan Permintaan Proposal (RFP), untuk teknologi yang telah dieliminasi dengan pembuatan sebuah RFP di seluruh Negara bagian untuk setiap jenis teknologi, seperti  yang dilaporkan sebelumnya di TechRepublic.

  1. Kerjasama antara kota-kota dan industri swasta

Tidak hanya silos yang dihilangkan dalam departemen kota, tetapi kota akan bekerjasama dengan kota-kota lainnya untuk dapat berbagi informasi dan teknologi.

Saat IOT menjadi mainstream, kita akan berpindah dari waktu ketika sebuah kota memasukkan uang dalam inisiatif IOT hal itu adalah “pemimpin” dalam memajukan smart city, untuk waktu dimana kota-kota tidak berinvestasi dalam solusi smart city yang tertinggal. Ketika hal ini terjadi, kita melihat lebih banyak kerjasama antara kota, dimana pelajaran Rio mungkin akan berdampak pada proyek yang akan datang di Atlanta. Kita harus dapat melihat peningkatan ini pada tahun 2017,”kata DeLoach.

Kerjasama antara kota dan industri swasta, seperti kota-kota dan perusahaan yang akan mengakui ada peluang untuk datang bersama-sama dimana semua orang bermanfaat, katanya.

“ Hal ini mungkin dengan pemetaan layanan bawah tanah di Chicago atau kios LINK di New York, namun ada lebih banyak dan banyak pemerintahan dapat bekerjasama dengan perusahaan komersial yang terjadi di smart city, dan pada tahun 2017 hanya akan melihat peningkatan tersebut,” kata DeLoach.

  1. Pembelajaran dari mesin ke mesin akan berkembang

Bersiaplah untuk menghadapi kota masa depan. “kekuatan dan kemampuan dalam pembelajaran mesin akan berkembang secara berlipat ganda. Menurut Jetson pada tahun 2017, kami tidak akan bergantung, namun dampak kecepatan tidak akan melambat,” kata Mark Kamlet, profesor ekonomi dan kebijakan publik untuk Heinz Perguruan Tinggi di Carnegie Mellon Universitas.

“Kenyataannya, hal itu akan menjadi sebaliknya. Tidak ada satu pemikiran mesin pembelajaran yang akan mengalahkan para pemain top dunia dalam permainan “Go” selama beberapa decade, atau selama kita masih hidup, atau mungkin tidak pernah,” kata Kamlet.

“Ketika kota terus berinovasi dalam bidang data besar, maka mesin pembelajaran aplikasi akan meningkat dan konvergen dengan IOT. Mesin pembelajaran yang akan dapat  membantu data IOT secara cerdas untuk mengarahkan perencanaan keputusan informasi yang lebih baik untuk  kota, keperluan, dan komunikasi warga. Mesin pembelajaran akan menjadi kunci untuk memungkinkan lebih adaptif, dan sistem yang tangguh,” “kata Jennifer James, direktur Smart City Solutions untuk Black & Veatch.

  1. Memanfaatkan data menjadi lebih efisien

Pada tahun 2017, smart city akan memanfaatkan data untuk meningkatkan layanan sipil, kata Arie Barendrecht, CEO dan co-founder dari WiredScore.

“Dari perangkat lunak pendeteksi kejahatan untuk program yang dapat mengidentifikasi ketidak efisienan pada parkir, maka sebuah kota akan banyak menggunakan sistem data menjadi lebih efisien. Bangunan perkantoran juga akan membuka jalan dalam menggunakan data untuk membuat  kota yang lebih cerdas. Misalnya, pembangunan Hudson Yards di New York City menggunakan berbagai sensor untuk mengumpulkan informasi tentang perilaku orang, mengatur layanan berbasis pada mereka untuk dapat memasukannya.  Hal ini mencakup cara merubah pengguna energi di bagian tertentu dari bangunan yang bergantung pada hunian. Namun, tren saya berharap untuk dapat melihatnya pada tahun 2017, yang akan memiliki dampak terbesar adalah kota yang akan membuat semua data mereka tersedia untuk masyarakat umum. Dengan demikian, mereka akan memberikan informasi perusahaan yang mereka butuhkan untuk selanjutnya dapat mengembangkannya pada teknologi smart city. Kemungkinan, untuk terobosan inovasi tidak terbatas,”kata Barendrecht.

  1. Membuat ruang untuk kendaraan terhubung dan mandiri

Berbicara tentang kendaraan yang terhubung secara mandiri. Beberapa kota tertarik untuk membuat teknologi untuk mendukung sebuah mobil dapat mengemudi dengan sendirinya, seperti pada kemitraan Pittsburgh dengan Uber untuk pilot mengemudikan sendiri dan $ 10.900.000 pebiayaan tersebut diterima dari dari US Department of Transportation untuk mendanai lampu lalu lintas cerdas. Tetapi apa ini semua benar-benar berarti?

“Smart cars sekarang sudah ada. Tetapi, agar kendaraan mobil dapat berkembang, maka mereka setidaknya harus dapat mempercayai integritas infrastruktur, dan pekerjaan baik dengan struktur-struktur disekitarnya sebagai bagian dari web teknologi yang saling berhubungan. Uber mungkin siap untuk segala sesuatu yang kita ketahui mengenai infrastruktur Pittsburgh, jalan-jalan tidak dapat mendukung mereka. Bahkan, klaim 60 menit pada tahun 2014 bahwa Pittsburgh mungkin memiliki masalah yang serius di dalam Negara ini. Menurut National League of Cities, hanya 6% dari kota yang padat penduduknya telah menyumbangkan jenis kendaraan dalam rancangan jangka panjang mereka, dan mobil yang terhubung hanya awal dari transformasi nasional dari kota-kota tersebut, dan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada tahun 2017,” kata Kurt Steward, wakil presiden sektor publik di Infor.

Hal ini merupakan perlombaan menuju kendaran otomatis, setidaknya bagi beberapa kota.  “Hal ini yang sedang dipimpin dalam persaingan antara tiga perusahaan transfortasi besar Bay Area: Tesla, Uber, dan Google. Tesla memperluas pabrik Fremont untuk dapat meningkatkan update regular mereka. Secara otomatis kemampuan kendaraan merupakan upgrade untuk perangkat lunak dari pemilik kendaraan Tesla. Google bekerja untuk mendapatkan teknologi mereka ke dalam produksi massal. Ini adalah waktu yang sangat menarik karena persaingan pasar dapat mempercepat  waktu dan meningkatkan kualitas untuk pilihan kendaraan otomatis,” “kata Hans Larsen, pekerjaan umum direktur untuk Kota Fremont, CA.

Sol Salinas, mengatakan Kota yang terhubung akan mengarah pada Accenture Mobility, yang mengatakan: ”Akan ada penekanan pada konektivitas pada tahun 2017 karena digunakan untuk merencanakan ke depannya untuk teknologi yang sedang dalam tahap uji coba, seperti kendaraan otonom armada lingkungan otonomi. mungkin akan mulai menjembatani kesenjangan antara rumah dan hub transportasi umum, yang memungkinkan penumpang untuk melakukan perjalanan lebih nyaman dan aman”.

“Saat kendaraan yang terhubung menjadi semakin umum, kita akan mulai melihat real time informasi status dari sistem manajemen lalu lintas pusat bersama orang-orang melalui mobil mereka. Data yang sudah dapat dikombinasikan dari sensor kendaraan untuk dapat menghasilkan informasi yang real time pada kondisi jalanan, lalu lintas, dan kecelakaan. Pada tahun 2017 smart city akan mempersiapkan diri untuk mengambil keuntungan dari perangkat data baru. Hal ini akan membantu untuk membuat hidup lebih mudah bagi semua orang yang bekerja, hidup, dan mengunjungi kota-kota, yang dapat membantu untuk menghindari kemacetan lalu lintas atau daerah ramai, untuk dapat menemukan tempat parker, “kata Salinas.

Sumber:http://www.techrepublic.com/google-amp/article/6-ways-cities-will-become-smarter-in-2017/

6 Cara Agar Kota Menjadi Lebih Cerdas Di Tahun 2017
Ditag pada:            

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: