Saya bekerja dengan para CEO untuk dapat membantu dalam strategi social selling perusahaan mereka secara teratur untuk dapat menghadapi tantangan. Sebelum saya berbagi mengenai 6 kekhawatiran CEO, izinkan saya untuk mengatakan kenapa social selling : pembelian sosial adalah sebuah kenyataan untuk orang-orang yang melakukan penjualan dan memahami keterlibatan platform social dalam meningkatkan kemungkinan untuk mencapai target pejualan mereka sebesesar 51% dalam penelitian di LinkedIn. Berikut adalah beberapa poin penelitiannya:

 

Infografis dari Jamie Shanks menegaskan bahwa statistik itu penting (perlu diketahui bahwa pernyataan kedua 54% adalah salah cetak seharusnya 5,4 yang terlibat untuk keputusan B2B dalam pembelian rata-rata), tetapi saya yakin ada hal lain yang lebih menarik alasan bahwa penjulan dan tim pemasaran harus merangkul social selling. Seorang penjual perlu untuk menjadi mikro pemasaran untuk dapat membuat peluang jaringan. Mereka perlu terlibat dalam level senior sebelum mereka menciptakan nilai yang diperlukan untuk melakukan pembelian kedua dan menjual organisasi untuk mendanai peran mereka. Strategi social selling adalah bagaimana mereka secara efektif dapat mencapai semua itu.

Kita harus mengetahui dan menerima kekhawatiran yang berasal dari sisi gelap social selling.  Berikut 6 kekhawatriran CEO mengenai social selling:

  1. “Saya tidak ingin orang penjualan saya membangun merek mereka sendiri, hanya untuk meminta mereka meninggalkan perusahaan dan mengambil pelanggan dari mereka.” Seorang CEO akan berusaha membagun merek perusahaan mereka. Menurut penelitian seorang penjualan akan membeli dari orang-orang yang mereka sukai dan memiliki kepercayaan 75%  dari pembeli. Apa yang mereka lihat dari online sebelum memutuskan untuk menanggapi email atau kembali menelepon? Apakah mereka melihat sesorang secara online berintegrasi dan memberikan nilai yang dapat membawa wawasan untuk bisnis mereka? Seseorang yang memiliki bisnis selalu mendapatkan lebih dan menerima kenyataan bahwa media social hanya kenyataan yang ada.
  1. “Saya tidak ingin staf saya membangun profil social mereka hanya untuk dapat diburu oleh para pesaing.” LinkedIn # 1 landasan penelitian mengenai seseorang dalam bisnis dan sangat terganggu dalam penerimaan industri. Banyak pengusahaan membawa pemimpin yang dapat mendukung mereka di LinkedIn. Seorang penjual memiliki profil di LinkedIn dan tidak ada CEO yang dapat mengubahnya. Apa yang bisa dilakukan untuk bekerja dengan tim penjualan agar dapat membantu mereka merubah profil mereka dan beralih menjadi CV online, tetapi bukan untuk melayani merek pribadi secara interaktif, situs mikro yang membuktikan bahwa nilai bisnis mereka dapat menawarkan klien dan nilai-nilai yang mereka kerjakan. Profil LinkedIn mereka dapat membantu dalam pengembangan bisnis melalui ‘validasi sosial’ yang membuktikan kepercayaan mereka dan identitas mereka untuk wawasan yang relevan secara postif dapat mempengaruhi calon pelanggan.
  1. “Saya tidak ingin competitor saya melacak aktivitas social staf saya untuk memungkinkan mereka dalam menangkap prospek atau terlibat dengan pelanngan kami.” Pengaturan LinkedIn dapat dikelola untuk memastikan bahwa hanya mereka yang dapat melihat koneksi Anda. Mendidik penjualan dan tim pemasaran Anda untuk dapat mengambil keuntungan dari pesaing yang bodoh dalam hal ini.
  1. “Saya tidak ingin orang penjualan saya menjadi terganggu, membuang-buang waktu di social ketika tidak menguntungkan bagi perusahaan.” Menjadi langkah strategis untuk melakukan penelitian yang sesuai dan menghubungkan orang-orang yang berpengaruh dalam dasar nilai pembelian. Memahami bagaimana cara mengukur dan mengelola kegiatan yang tepat dan memasukan serta menciptakan kesuksesan social selling. Menggunakan alat social yang benar dapat menciptakan pendapatan dan kemunkinan terbaik dengan strategi yang benar.
  1. “Saya tidak ingin orang penjualan saya merusak merek dan mengirimkan komentar yang tidak pantas di masyarakat.” Orang penjualan selalu memiliki kekuatan untuk dapat merusak merek perusahaan mereka hal ini sudah menjadi resiko. Namun, media social tidak memberikan peringatan untuk semua orang. Hal ini tidak lebih penting untuk dapat menciptakan budaya yang postif dan berintegritas positif. Mengelola seseorang untuk dapat keluar dari bisnis merupakan kewajiban mereka yang tidak mampu atau memiliki penilaian yang buruk.
  1. “Saya tidak percaya terhadap apa yang tidak dimengerti, hal ini pasti memiliki sisi gelap untuk masyarakat, dengan data kami menggunakan cara yang tidak kami setuju.” Sisi gelap social adalah kenyataan, tetapi cara yang terbaik untuk mengurangi resiko tersebut yaitu dengan menerimanya sendiri. Dengan dipandu oleh para ahli dan penasehat terpercaya serta telah dilaksanakan dengan sukses. Interweb saat ini, cloud computing merupakan perubahan bisnis, teknologi dapat mengganggu model bisnis lama, social dapat mengubah penjualan dan pemasaran serta menciptakan kewenangan kepada pembeli, hal ini tidak dapat diabaikan, dan resiko hanya dapat dikelola.

Hal terpenting, kita semua harus dapat menangani hal-hal yang kita takuti di sini dengan tips untuk mengelola resiko dalam melakukan social selling:

  • Para CEO harus dapat mengubah deskripsi mengenai pekerjaan mereka. Pemimpin harus dapat menerima tanggung jawab untuk dapat menciptakan pengalaman yang terbaik untuk para pelanggannya, dengan menggunaka budaya yang benar-benar sentris untuk pelanggannya agar pelanggan dapat mendengarkan melalui alat pemantauan social. Tahukan Anda bahwa ketika pelanggan meninggalkan, maka lebih dari 65% dari waktu tersebut mereka merasa tidak peduli. Pengecualian yan disampaikan oleh Richard de Crespigny mengenai CX kapal Airbus A380 dan perubahan tehadap bencana yang mendekati layanan pelanggan.
  • Perubahan profil pada LinkedIn menjadi CV online yang menargetkan terhadap pekerjaan berikutnya bukan untuk menjadi kuat ‘bukti sosial’ melainkan menjadi situs mikro yang terkait dengan produk, jasa dan solusi dari perusahaan. Setelah seorang penjual mempromosikan perubahan kepada kliennya melalui solusi perusahaan, itu membuat mereka menjadi sulit untuk dapat pergi ke pesaing mereka dan mempertahankan kredibitas mereka. Mereka akan lebih setia dengan mengetahui bahwa Anda ingin membantu mereka dalam membangun merek mereka sendiri dan memajukan karir mereka.
  • Memiliki social media dan social selling yang bijak. Jadi, harus jelas terhadap apa yang orang  bisa dan tidak bisa lakukan pada platform social, terutama ketika mereka datang untuk mengungkapkan pendapat. Membedakan antara konten posting orang lain dengan penerbitan social. Menawarkan pelatihan dan dukungan sekaligus memberikan akses ke alat-alat praktek terbaik seperti navigasi penjualan di LinkedIn.
  • Mengidentifikasi merek pribadi yang menjadi juara. Menurut Richard Branson, Michael Dell, Joel Manby dan lain-lain. Dengan cara Anda, siapa yang akan membangun merek campaigns pribadi di sekitar Anda? Anggota tim yang setia memberikan konten mengenai pemikiran mereka terhadap kepemimpinan orang lain dalam perusahaan yang dapat memperkuat platform social mereka sendiri?
  • Pergilah dan lihat dimana pelanggan Anda online. Dan terus bertanya pada diri sendiri mengenai: Apa pelanggan saya mencari online sebelum mereka mencari produk, layanan atau solusi kami? Dimana mereka mencari online dan apa komunikasi cyber yang mereka bagikan? Saya berpindah dari website sendiri untuk melakukan blogging atau menulis di LinkedIn, hal ini yang menjadi alasan yang sangat kuat.
  • Berani dan menetapkan seseorang. Tetapi memberikan pelatihan untuk dapat memungkinkan mereka dan menjalankan dengan cerdas. Orang yang bertanggung jawab, tetapi memberdayakan mereka untuk membuat keputusan yang akan membuat pelanggan senang.

Hal ini tidak akan lama sebelum 75% dari tenaga kerja millennium. Generasi baru dari para pekerja telah mengalami Konsumerisasi Penggunaan TI yang berarti seseorang akan semakin berharap untuk dapat melakukan pekerjaan pada hari kerja mereka, dengan cara yang hamper sama serta bagaimana mereka dapat terlibat dalam kehidupan social mereka. Apakah  ungkapam  ini terdengan  biasa? Tentu  ada aplikasi untuk hal tersebut? Mengapa kita perlu pelatihan bukan intuisi? Mengapa saya tidak dapat menggunakan perangkat saya sendiri di tempat kerja?

Membuat keputusan untuk dapat beradaptasi dengan seorang yang melakukan penelitian, terlibat dan membeli. Menerapkan teknik model penjualan, membawa penjulan dan pemasaran bersamaan, membuat pelanggan merasakan model tersebut dan mambangun sikap dan keterampilan yang tepat dalam tim Anda. Jika Anda ingin menelusuri ratusan posting di profil LinkedIn saya dan mulai Menjelaskan bagaimana menerapkan strategi teknik social selling dalam perusahaan.

Jika Anda menikmati hal tersebut, maka dengarkan untuk dapat wawancara dengan Kelly Riggs di Biz Locker Radio, di mana kita dapat membahas strategi social selling. Silahkan tekan  tombol  ‘like’ dan tombol berbagi untuk dapat berbagi ke social media seperti Twitter, LinkedIn, Google+ dan Facebook Anda. Saya menyarankan Anda agar dapat bergabung ke dalam percakapan dan mengajukan pertanyaan sehingga Anda dapat dengan bebas untuk menambahkan komentar pada posting tersebut. Ikutilah halaman posting LinkedIn saya untuk semua artikel saya.

sumber : LinkedIn

6 KEKHAWATIRAN SOCIAL SELLING YANG HARUS DIANUT OLEH CEO
Ditag pada:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: