Cara yang dapat Anda lakukan  untuk menggambarkan ciri khas Anda dengan dongeng untuk menciptakan cerita yang kuat untuk pemasaran media sosial Anda dan keterlibatan masyarakat.

YANG PERLU ANDA KETAHUI

Jika Anda dapat mengubah informasi bisnis ke dalam bentuk cerita visual, Anda membantu pesan Anda untuk didengar oleh khalayak.

Ada banyak alasan bagi otak kita untuk menyukai cerita:

1. Karena kita dapat menghubungkan cerita dengan diri kita, cerita sering memberikan kita gagasan untuk mengatasi situasi-situasi yang mungkin akan kita hadapi.

2. Cerita melibatkan emosi kita, karena itulah cerita dapat membantu kita mengatasi emosi yang tidak dapat kita ungkapkan sendiri.

3. Cerita memberikan kita sosok pahlawan untuk ditiru.

4. Cerita sering kali memotivasi, menginspirasi, atau menguatkan kita.

5. Cerita dapat membujuk orang lain.

Cerita melibatkan kedua sisi otak kita, pencampuran antara informasi dan emosi. Seperti  dalam pembahasan  “Mengenal Kekuatan Persuasi Tampilan Visual” bahwa melibatkan kedua sisi otak adalah cara yang paling ampuh untuk menjangkau khalayak Anda.

Namun, bagi para pemasar esensi mendongeng bisa menipu. Banyak hal yang yang kita sebut cerita merupakan bagian-bagia  kecil dari narasi yang lebih besar dan berhubungan dengan branding. Untuk memahami cara otak kita menerima cerita, kita perlu melihat konstruksi otak secara singkat. Mereka telah menemukan bahwa otak kita memiliki tiga bagian “otak” berbeda. Bagian tersebut adalah korteks, otak tengah, dan bagian yang sering disebut sebagai otak kadal (lizard brain):

1.  Korteks adalah bagian tempat manusia membuat alasan dan memecahkan masalah

2.  Bagian tengah berkaitan dengan emosi kita

3. Otak kadal adalah bagian yang bereaksi tanpa berpikir. Bagian ini membantu Anda membuat keputusan ketika ada bahaya.

Salah satu cara untuk menghindari munculnya otak kadal pembeli adalah dengan menyajikan cerita secara perlahan dengan detail dan tampilan visual sehingga Anda tidak membangkitkan respons dari otak kadal. Tampilan visual membantu otak mengolah informasi terlebih dahulu daripada kata-kata.

GAMBARAN YANG LEBIH BESAR

Pelanggan  benar-benar terlibat dengan perusahaan ketika mereka berbagi hal-hal yang berkaitan tentang merek perusahaan dengan orang lain di dalam komunitas. Para pelanggan ini sering masuk pada saluran sosial perusahaan seperti facebook untuk melihat hal-hal yang sedang terjadi dan mencoba untuk berpartisipasi. Mereka bagian dari komunitas yang memahami konteks dari aksi tersebut.

PELANGGAN IKUT TERHANYUT

Jadi apakah rahasia sebenarnya dari membujuk dengan cerita? Rahasianya adalah ketika khalayak sudah mulai benar-benar terhanyut dengan sesuatu yang terjadi. Akibatnya, khalayak membujuk dirinya sendiri dengan cara melakukan tarnsformasi sebagi tokoh protagonis dalam cerita tersebut.

Anda dapat melihat hal yang terjadi pada pembaca /khalayak saat mereka mengikuti cerita tersebut. Hal ini dapat motivasi mereka untuk membeli produk tersebut.

MENGAPA SULIT UNTUK MENDAPATKAN CERITA BISNIS YANG TEPAT?

Kunci untuk sebuah cerita yang bagus adalah dengan membawa protagonis melalui sebuah ujian dan tekanan serta membuat dia keluar di sisi lain sebagai individu yang telah berubah. Perjalanan yang dialami itulah yang merupakn cerita. Yang menjadi masalah dalam cerita bisnis yang tidak efektif adalah karena perusahaan menciptakan cerita yang tidak terjadi dan tidak membawa perubahan apa pun di akhir cerita.

Salah satu alasan sulitnya membuat sebuah cerita bisnis adalah kenyataan bahwa orang-orang tidak mengetahui secara jelas tentang pengertian cerita bisnis itu sendiri.

Ada beberapa kategori yang Anda dapat tarik dari cerita ini:

1. Cerita yang diceritakan oleh pelanggan

2. Cerita tentang perusahaan

3. Cerita tentang industrinya dan orang-orang di dalamnya

4. Cerita dari para pemimpin dan mentor yang menginspirasi

STRUKTUR CERITA

Sebuah struktur yang sangat baik diciptakan oleh The Actor’s Institute Group (TAI Group) (http://theTAIgroup.com) yang dijelaskan secar rinci dalam sebuah artikel oleh Kaihan Krippendorff, seorang inovator dari “Outthink the Competition”. Artikel dalam Fast Company (Maret 2012) yang berjudul “Using Great Storytelling to Grow Your Business. Dalam artiket itu,  Krippendorff mengidentifikasi hal yang disebut TAI Group sebagai tulang punggung cerita.

Hal itu akan membawa Anda dari pembukaan cerita yang menunjukan status quo ke ujung cerita yang berisi kenyataan yang ada sekarang. Struktur seperti ini sangat penting dimiliki untuk diikuti saat membangun sebuah cerita. Ini akan membant Anda mengindetifikasi tindaan yang harus dilakukan untuk menggerakan cerita.

Salah satu kesalahan besar yang dilakukan orang ketika membuat cerita adalah mereka tidak memperlihatkan tindakan. Hanya memperlihatkan urutan secara mendetail saja tidaklah cukup, Anda harus memperlihatkan bahwa setiap langkah yang membawa perubahan dan masalah yang harus di selesaikan oleh pembaca.

sumber: buku The Visual Marketing Revolution.

MEDIA SOSIAL ADALAH MENDONGENG, JADI BERCERITALAH
Ditag pada:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: